Pentingnya Mental Health Bagi Gererasi Z
Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster,
merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu
dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi berfungsi dalam komunitasnya,
dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri
adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Dengan
memiliki mental yang sehat seseorang akan mudah mengontrol dirinya. Namun
sebaliknya, jika memiliki kesehatan mental yang buruk tentunya akan menghambat
suatu apapun yang kita lakukan.
Kesehatan mental sangat perlu di masa sekarang terutama bagi generasi Z.
Menurut
penelitian American Psychological Association (APA) tahun 2018
berjudul “Stress in America Generation Z”. Penelitian tersebut
menyebutkan bahwa generasi Z adalah generasi dengan kesehatan mentalnya paling
buruk dari pada generasi-generasi lainnya. Dalam berbagai aspek, generasi
termuda ini merasakan lebih banyak stress ketimbang orang-orang yang lebih tua.
Sebanyak 27 persen responden peneleitian tersebut mengaku kondisi kesehatan
mentalnya ada dalam kondisi yang parah. Mereka mengaku mempunyai gejala fisik
maupun emosional, seperti depresi dan gangguan kecemasan yang disebabkan oleh
stress. hal ini terjadi karena terdapat kecenderungan generasi Z memanfaatkan
tekonologi untuk menghindari perjuangan di kehidupan offline mereka
dan untuk menemukan kenyamanan (berbaur) dengan melarikan diri dan berfantasi
untuk mengisi waktu maupun kekosongan emosional. Implikasi lainnya terdapat
pada tingginya motivasi untuk bunuh diri, melukai diri sendiri (self harm), dan
perundungan siber (cyberbullying).
Tingkat stress tinggi yang dibarengi dengan mudahnya
akses terhadap informasi self harm, memperbesar kemungkinan anak-anak muda
generasi Z mempunyai kondisi kesehatan mental yang buruk. Setelah tekanan
kehidupan maupun tekanan terhadap isu-isu yang berkembang di sekitarnya,
generasi Z juga merasakan stress akibat informasi-informasi tak terbendung yang
beredar di sekitarnya. Dari hasil penelitian APA, pemberitaan di media massa
juga turut berkontribusi dalam stress yang dialami generasi Z. beberapa
contohnya adalah peningkatan angka bunuh diri, kekerasan dan pelecehan seksual,
perpisahan dalam keluarga imigran dan deportasi, hingga perubahan iklim dan
pemanasan global. Hal ini
terlihat betapa besarnya dampak dari akses
informasi terhadap individu.
Pemaparan-pemaparan tersebut menunjukkan bahwa
generasi Z tak hanya dekat dengan teknologi, melainkan juga dekat dengan
kondisi kesehatan mental yang buruk. Berbagai kemudahan akses informasi,
teknologi, hingga cara-cara berkomunikasi justru mempunyai efek samping yang
merugikan. Mengikuti komunitas/support group, hingga mengambil langkah pengobatan pada
ahli merupakan upaya-upaya yang bisa dilakukan generasi Z, baik sebagai langkah
pencegahan dini, maupun pengobatan kondisi mental yang buruk. Kemudahan akses
informasi yang dipunyai generasi Z juga seharusnya dimanfaatkan untuk mencari informasi-informasi yang
bermanfaat untuk ia dan kehidupannya.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, antara
lain yaitu:
·
Melakukan
aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik. Seperti berjalan-jalan santai, jogging, dan olahraga pagi. Kita juga bisa
menyibukan diri dengan membaca artikel, membaca novel, memasak dan juga
melakukan hal-hal positif lainnya yang bermanfaat bagi kita maupun orang di
sekitar kita.
·
Membantu
orang lain dengan tulus. Hal ini ini akan membawa dampak positif pada diri
kita. Karena rasa tulus akan dapat membawa perasaan bahagia dan efek positif
dalam diri kita.
·
Memelihara
pikiran yang positif. Karena jika pikiran kita memikirkan hal-hal positif,
nantinya setiap perbuatan yang kita lakukan juga akan berdampak positif pada
lingkungan sekitar kita. Namun, jika kita memikirkan hal-hal negatif maka akan
berakibatkan hal-hal yang negatif pula.
·
Menjaga
kecukupan tidur dan istirahat. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan, berat
badan dan juga cara berfikir maupun bertindak pada hal-hal yang terjadi
disekitar kita.
Jadi dengan adanya
tulisan ini, saya berharap agar permasalahan kesehatan mental yang ada dapat
diselesaikan dengan cepat dan juga generasi Z semoga bisa menggunakan alat
komunikasi dengan baik dan tepat sasaran. Jadi perkembangan teknologi dipakai agar
kita mendapatkan perkembangan yang positif dan bisa mengubah diri kita menjadi
lebih baik. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa generasi Z adalah generasi
penerus bangsa.
Komentar
Posting Komentar